Sebulan Belajar di Lapangan, Siswa SMKN 7 Palangka Raya Unjuk Hasil PKL
PALANGKA RAYA – Lima siswa SMKN 7 Palangka Raya mempresentasikan hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) setelah satu bulan belajar dan praktik langsung di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah (19/8/2026).
Kelima siswa memaparkan pengalaman dan hasil praktik berdasarkan komoditas yang dipelajari, yakni pakcoy, kembang kol, jagung, daun bawang, dan selada. Presentasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman terhadap proses budidaya yang telah mereka praktikkan selama mengikuti PKL.
Kegiatan dihadiri Ketua Kelompok Penerapan dan Penilaian Kesesuaian Adrial, Katimker Penerapan dan Diseminasi Hijrah Tunisa, serta pembimbing lapangan. Dalam presentasinya, siswa menjelaskan tahapan kegiatan yang dilakukan, mulai dari persiapan lahan, proses budidaya, hingga pengalaman yang diperoleh selama berada di lingkungan BRMP Kalteng.
Tidak hanya keterampilan teknis, pelaksanaan PKL juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal budaya dan etika kerja. Kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap selama berada di lingkungan kerja menjadi bagian yang turut mendapat perhatian dalam evaluasi.
Katimker Penerapan dan Diseminasi Hijrah Tunisa berpesan agar siswa terus menjaga kedisiplinan dengan menaati peraturan yang berlaku di lingkungan kantor. Siswa juga didorong untuk bijak dalam bersikap, rajin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga etika selama menjalani pengalaman di dunia kerja.
“Manfaatkan kesempatan PKL ini untuk belajar sebanyak-banyaknya. Tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga belajar disiplin, bertanggung jawab, menghargai aturan, dan bagaimana bersikap di lingkungan kerja,” pesannya.
Presentasi hasil PKL menjadi penutup dari rangkaian pembelajaran selama satu bulan sekaligus ruang bagi siswa untuk merefleksikan pengalaman yang telah diperoleh. Melalui kegiatan tersebut, BRMP Kalteng berharap PKL tidak berhenti sebagai pemenuhan kewajiban pendidikan, tetapi menjadi bekal nyata bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi dan karakter sebelum melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja di bidang pertanian.